Pentingnya Mempelajari Bahasa Arab
untuk Memahami
AlQuran
Lukluk
Rahmawati
NIM: C1011025
NIM: C1011025
JURUSAN
SASTRA ARAB
FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2012
FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2012
Email: rahmasolo_20@yahoo.com
Abstrak
Al Quran merupakan salah satu dari
mu’jizat yang Allah SWT yang diturunkan kepada Rosulullah SAW. Didalamnya
terkandung berbagai macam hukum yang akan senantiasa berlaku hingga akhir
zaman.Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab beliu Iqtdho Shirotuil
Mustaqim (1/464): dan berkata Asy Syafi’i, sebagaimana diriwayatkan oleh As
Salafy dengan sanad yang ma’ruf (dikenal) sampai kepada Muhammad Bin Abdillah
Bin Abdil Hakam beliau berkata : aku mendengar Muhammad Bin Idris Asy Syafi’i
mengatakan : ..... lisan (bahasa) yang dipilih oleh Allah SWT adalah lisan
arab, maka Allah turunkan kitabNya dengannya. Dan Allah subhanahu wata'ala juga
menjadikannya sebagai lisannya penutup para nabi yaitu muhammad Rosulullah
shollallahu 'alaihi wasallam. Syaikhul islam juga menyebutkan : sesungguhnya
Allah subhanahu wata'ala tatkala menurunkan kitabNya dengan menggunakan bahasa
arab, dan juga menjadikan RosulNya yang menyampaikan risalah Al kitab dan Al
hikmah dariNya dengan bahasa arab, dan menjadikan pula orang-orang yang
terdahulu masuk kedalam agama ini
berbica dengannya, maka tidak ada jalan untuk mempelajari dan mengenal
agama ini kecuali dengan mempelajari bahasa. Sehingga mempelajari bahasa arab
menjadi bagian dari agama.
Kata kunci: pentingnya belajar bahasa Arab, bahasa Arab
bahasa AlQuran
Pendahuluan
Kebutuhan manusia yang cenderung
meningkat dan berkembang akhir-akhir ini, mengakibatkan manusia banyak
disibukkan dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan kebutuhan dunia dan
tidak sedikit cenderung mengesampingkan kehidupan akhirat.
Kenyataan tersebut
telah berpengaruh pada dunia pendidikan Islam yang tahun-tahun terakhirini
kurang mendapat respondari kalangan umat Islam sendiri.Al-Qur’an Sebagai Minhajul Hayah (Pedoman Hidup)
yang dapat mengeluarkan umat manusia dari kejahiliyahan menuju cahaya Islam. Dari
perilaku kebodohan menuju masyarakat berpendidikan. Dari kondisi tidak bermoral
menjadi memiliki moral yang sangat mulia.Dan sejarah telah membuktikan hal ini
terjadi pada sahabat Rasulullah SAW. Sayid Qutub mengemukakan (1993 : 14) :
“Bahwa
sebuah generasi telah terlahir dari da’wah –yaitu generasi sahabat –yang
memiliki keistimewaan tersendiri dalam sejarah umat Islam, bahkan dalam sejarah
umat manusia secara keseluruhan. Generasi seperti ini tidak
muncul kedua kalinya ke atas dunia ini sebagaimana mereka… Meskipun tidak
disangkal adanya beberapa individu yang dapat menyamai mereka, namun tidak sama
sekali sejumlah besar sebagaimana sahabat dalam satu kurun waktu tertentu,
sebagaiamana yang terjadi pada periode awal dari kehidupan da’wah ini…”
Cukuplah kesaksian Rasulullah
SAW menjadi bukti kemulyaan mereka, manakala beliau mengatakan dalam sebuah
haditsnya:
عن عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَخَيْرُكُمْ قَرْنِي ثُمَّ
الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Dari
Imran bin Hushain ra, Rasulullah SAW bersabda: ‘Sebaik-baik kalian adalah
generasi yang ada pada masaku (para sahabat) , kemudian generasi yang
berikutnya (tabi’in), kemudian generasi yang berikutnya lagi (atba’ut tabiin). (HR.
Bukhari)”
Sayid Qutub mengemukakan (1993 : 14 – 23) , terdapat tiga hal yang melatar
belakangi para sahabat sehingga mereka dapat menjadi khairul qurun, yang
tiada duanya di dunia ini. Secara ringkasnya adalah sebagai berikut: pertama,
karena mereka menjadikan Al-Qur'an sebagai satu-satunya sumber petunjuk jalan,
guna menjadi pegangan hidup mereka, dan mereka membuang jauh-jauh berbagai
sumber lainnya. Kedua, ketika mereka
membacanya, mereka tidak memiliki tujuan untuk tsaqofah, pengetahuan, menikmati
keindahannya dan lain sebainya. Namun mereka membacanya hanya untuk
mengimplementaikan apa yang diinginkan oleh Allah dalam kehidupan mereka.
Ketiga, mereka membuang jauh-jauh segala hal yang berhubungan dengan masa lalu
ketika jahiliah. Mereka memandang bahwa Islam merupakan titik tolak perubahan,
yang sama sekali terpisah dengan masa lalu, baik yang bersifat pemikiran maupun
budaya.
Dengan ketiga hal inilah, generasi sahabat muncul sebagai generasi terindah
yang pernah terlahir ke dunia ini. Di sebabkan karena ‘ketotalitasan’ mereka
ketika berinteraksi dengan Al-Qur’an, yang dilandasi sebuah keyakinan yang
sangat mengakar dalam lubuk sanubari mereka yang teramat dalam, bahwa hanya
Al-Qur’an lah satu-satunya pedoman hidup yang mampu mengantarkan manusia pada
kebahagiaan hakiki baik di dunia maupun di akhirat.Bahasa Arab sesungguhnya
merupakan bagian tak terpisahkan darikehidupan umat Islam. Oleh karena itu, mempelajari
dan menguasai bahasamenjadi keperluan setiap muslim. Baginya, bahasa Arab perlu
untuk membentukpribadi sebagai muslim dan meningkatkan kualitas keimanan dan
pemahamanterhadap ajaran agama, bahkan perlu sebagai sarana dakwah penyebaran
agamaIslam. Bahasa Arab perlu dipandang sebagai bahasa agama dan bukan
sebagaibahasa budaya, etnis, kawasan, maupun negara tertentu saja. Itu ditandai
denganbanyaknya tokoh dan ulama muslim yang berasal dari bukan kawasan Arab,
semisalAl-Gazali, Al-Biruni, Ibnu Sina, Al-Razi, Al-Kindi, dsb., namun
menguasai bahasaArab sebagai bagian dari studi Islam yang mereka tekuni. Selain
itu, agama Islam,yang salah satu unsurnya adalah bahasa Arab, seyogyanya
men-jadi budaya yangdominan mewarnai kehidupan umat Islam di tingkat pribadi,
keluarga, danmasyarakat.
Pentingnya mempelajari AlQuran
Al-Qur’an diturunkan Allah kepada Rasulullah Salallahu Alaihi
Wassalam dengan perantara malaikat Jibril.
Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita, wajib kita baca, taddaburi dan
kita amalkan. Untuk sampai kepada tingkat pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an,
tentu saja seseorang harus melalui fase yang pertama,yaitu mempelajari
Al-Qur’an. Baik belajar membaca huruf-huruf Al-Qur’an itu sendiri maupun dengan
mempelajari maknanya. Itulah sebenarnya yang disebut dengan mengkaji (ngaji,
dalam bahasa jawa).Membaca Al-Qur’an tak sekedar yang penting bisa atau
mengenal huruf saja. Membaca Qur’an juga
bukan sekedar untuk bisa diperdengarkan di depan orang-orang. Sabda Rasulullah:“Bacalah Qur’an karena pada hari qiamat
nanti ia akan datang untuk memberikan syafaat kepada para pembacanya”.
Oleh sebab itu, kita harus bersungguh-sungguh belajar Al-Qur’an
dengan niat yang lurus ikhlas karena Allah. Sabar, karena di tengah perjalanan
kita dalam belajar Al-Qur’an pasti akan
ada ujian yang kita hadapi. Entah itu cemoohan dari orang-orang disekeliling
kita, atau kesulitan mengucapkan huruf sesuai mahraj yang benar. Bersabar, karena belajar Al-Qur’an tidak akan
selesai dalam sehari dua, langsung bisa. Jangan karena kita ingin buru-buru bisa menguasainya, Kita
asal-asalan saja membacanya. Q.S. Al Qiyamah (75); 16 yang artinya:“Janganlah engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu
untuk membaca Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya.” (Q.S.Al-Qiyamah
;16).
Mengenal Bahasa Arab sebagai bahasa AlQuran
Pengertian Bahasa Arab menurut Syekh
Musthafa Al Ghulayani (Jamiud Durusil Arabiyah )dalam H. Ma’mun Effendi
Nur,(2006 : 6) menjelaskan bahwa Bahasa Arab adalah susunan kata atau kalimat
yang digunakan bangsa Arab untuk mengemukakan maksud kehendak mereka. Dengan
demikian yang dimaksud dengan Bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan oleh
bangsa arab untuk mengemukakan maksud dan kehendaknya dan sebagai alat
komunikasi di kalangan mereka. Sedangkan pengertian belajar bahasa arab secara
umum dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu
yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan
yang melibatkan proses kognitif.
Diturunkannya Al-Quran dalam bahasa Arabtentu merupakan sebuah rencana Ilahi.Sejak pertama kali diturunkan, Al-Quran adalah Kitab Suci
yang berbahasa Arab.Ketika ia diajarkan kepada umat generasi pertama (para
sahabat Nabi), ia juga disampaikan dengan bahasa Arab. ketika ia disampaikan
dari generasi Muslim ke generasi Muslim lainnya, ia tetap berbahasa Arab,
sampai hari kiamat. Al-Quran tidak akan berubah,
dan tidak akan menerima perubahan, bahkan satu huruf sekalipun. Apalagi
perubahan bahasanya.Al-Quran tetap berbahasa Arab, dari awal ia diturunkan,
hingga ia kembali lagi kepada Allah Swt. di surga kelak.ketika kemudian Al-Quran
diturunkan berbahasa Arab, itu artinya adalah bahwa Arab juga merupakan sebuah
bahasa yang utama.
Bahasa
Arab dipilih sebagai bahasa Al-Quran karena ia memang layak menjadi Kitab Suci
paling sempurna dan utama.Mengapa Allah menurunkan Al-Quran dalam bahasa Arab,
tidak dalam bahasa lain? Mungkin akan dijawab, “Ah itu
khan karena Nabi yang membawanya berasal dari bangsa Arab.” Mari kita tanyakan
lagi, “Lalu mengapa Allah mengutus Nabi terakhirnya dari kalangan bangsa Arab,
tidak dari bangsa lain?”Apakah Allah menjadikan itu tanpa maksud?Sungguh, tidak
ada perbuatan Allah yang sia-sia tanpa maksud; semua perbuatan-Nya terencana
dan bermakna.Dengan logika ini, maka ketika Dia
menurunkan Al-Quran (anzala al-qur`an) dan menjadikan Al-Quran (ja`ala
al-qur`an) berbahasa Arab, itu artinya karena di dalam bahasa Arab sendiri
telah terkandung keutamaan yang luar biasa. Dan karena kandungan keutamaan yang
luar biasa itulah maka bahasa Arab mendapatkan anugerah sebagai bahasa
Al-Quran.Dan hanya ketika berbahasa Arab saja pulalah, Al-Quran disebut
Al-Quran. Bila ia diterjemahkan ke bahasa
lain, maka terjemahan itu hanya sebatas Terjemahan Al-Quran.
Pengaruh Al-Quran dalam bahasa Arab
Agama Islam dan turunnya Al-Qur’an yang dibawa
oleh Rosulullah SAW menyebabkan adanya perubahan-perubahan yang menyeluruh
dalam kehidupan bangsa Arab, baik dalam masalah politik,agama maupun dalam cara
fikir. Sudah barang tentu peristiwa historis ini memperluas kehidupan bahasa
mereka, m,emperkaya vokabulermaupun gaya bahasanya.
Banyak
kata-kata yang diganti artinya dengan pengertian baru seperti kata sholat,
shuyam, zakat, haji,mukmin,kafir dan istilah-istilah lain yang berhubungan
dengan agama.
Islam mengajak kaum muslimin untuk berfikir,
mengamati, mendorong untuk mencari ilmu, menambah pengetahuan yang
bermacam-macam. Mereka menyambut, mengadakan pendalaman tentang islam dan
banyak menerjemahkan berbagai ilmu dan pengetahuan dari berbagai bahasa.
Kegiatan penerjemahan berakibat banyak memasukkan berbagai istilah ilmu
pengetahuan asing kedalam bahasa arab. Kemudian kata-kata dan istilah-istilah
itudiarahkan, artinya disesuaikan dengan lidah arab atau dengan pokok-pokok
tata bunyi arab.
Pentingnya Bahasa Arab untuk memahami AlQuran
Tujuan mempelajari Bahasa Arab,
Segala usaha yang dilakukan manusia tidak
pernah lepas dari tujuan yang ingin dicapai, demikian halnya dengan bahasa
arab, Sehubungan dengan itu menurut Mulyanto Sumaaryadi dalam Zainuri Sirojd
(2006 : 2) mengatakan :”Tujuan mempelajari Bahasa Arab adalah untuk dapat
memahami buku yang ditulis dengan Bahasa Arab”. Mahmud Yunus dalam bukunya
Metodik Khusus Bahasa Arab menjabarkan tentang tujuan mempelajari bahasa arab
sebagai berikut: 1) Supaya paham dan mengerti apa-apa yang dibaca dalam shalat
dengan pengertian yang mendalam; 2) Supaya mengerti dalam membaca Al Qur’an
sehingga dapat mengambil petunjuk dan pelajaran dari padanya; 3) Supaya dapat
belajar ilmu Agama Islam dalam buku-buku yang banyak dikarang dalam Bahasa
Arab, seperti ilmu tafsir, Hadits, Fiqih dan sebagainya; 4) Supaya pandai
berbicara dan mengarang dalam Bahasa Arab, untuk berhubungan untuk berhubungan
dengan kaum muslimin di luar negeri, karena Bahasa Arab sebenarnya bahasa umat
islam di seluruh dunia, bahkan bahasa arab menjadi bahasa ilmiah.
Mengapa Al-Quran DiturunkanBerbahasa Arab
Pada
prinsipnya pastilah Alloh yang Maha Sempurna mempunyai alasan yang bagus
mengenai masalah ini, yang di luar kemampuan dan pengetahuan kita.
1. Al-Qur'an untuk Semua Manusia
Berbeda dengan kitab suci
agama sebelum Islam yang diperuntukkan khusus kepada kalangan terbatas,
Al-Qur'an diperuntukkan untuk seluruh makhluk melata yang bernama manusia.Maka
bahasa yang digunakan Al-Qur'an haruslah bahasa yang punya posisi strategis bagi
semua bangsa manusia. Dan bahasa itu adalah bahasa arab dengan sekian
banyak alasannya. Di antaranya:
a. Bahasa arab adalah bahasa tertua di dunia.
Sebagian
ahli sejarah bahasa mengatakan bahwa Nabi Adam as dan istrinya Hawwa adalah
manusia yang pertama kali menggunakan bahasa Arab. Sebab mereka diciptakan di
dalam surga, dimana ada dalil yang menyebutkan bahwa bahasa penduduk surga
adalah bahasa arab. Ketika Adam as menjejakkan kaki pertama kali di permukaan
planet bumi, maka bahasa yang dilafadzkannya tentu bahasa arab.
Kalau
kemudian anak-anak Adam berkembang biak dan melahirkan jutaan bahasa yang
beragam di muka bumi, semua berasal dari bahasa arab. Jadi bahasa arab memang
induk dari semua bahasa yang dikenal umat manusia. Wajar pula bila Al-Qur'an
yang diperuntukkan untuk seluruh umat manusia menggunakan bahasa yang menjadi
induk semua bahasa umat manusia.
b. Bahasa Arab Paling Banyak Memiliki Kosa Kata
Sebagai induk
dari semua bahasa di dunia dan tetap digunakan umat manusia hingga hari ini, wajar
pula bila bahasa Arab memiliki kosa kata dan perbendaharaan yang sangat luas
dan banyak. Bahkan para ahli bahasa Arab menuturkan bahwa
bahasa Arab memiliki sinonim yang paling menakjubkan. Kata unta yang dalam
bahasa Indonesia hanya ada satu padanannya, ternyata punya 800 padanan kata
dalam bahasa arab, yang semuanya mengacu kepada satu hewan unta. Sedangkan kata
'anjing' memiliki 100-an padanan kata.
Fenomena
seperti ini tidak pernah ada di dalam bahasa lain di dunia ini. Dan hanya ada
di dalam bahasa arab, karena faktor usia bahasa arab yang sangat tua, tetapi
tetap masih digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari hingga hari ini.
Dengan alasan ini maka wajar pula bila Alloh SWT memilih bahasa arab sebagai
bahasa yang dipakai di dalam Al-Qur'an.
2.
Al-Qur'an Berlaku Sepanjang Masa
Berbeda dengan kitab suci agama lain yang hanya
berlaku untuk masa yang terbatas, Al-Qur'an sebagai kitab suci diberlakukan
untuk masa waktu yang tak terhingga, bahkan sampai datangnya kiamat. Maka
bahasa yang digunakan Al-Qur'an haruslah bahasa yang tetap digunakan oleh umat
manusia sepanjang zaman.
Kenyataannya, sejarah manusia belum pernah
mengenal sebuah bahasa pun yang tetap eksis sepanjang sejarah. Setiap bahasa
punya usia, selebihnya hanya tinggal peninggalan sejarah. Bahkan bahasa Inggris
sekalipun masih mengalami kesenjangan sejarah.Maksudnya, bahasa Inggris yang
digunakan pada hari ini jauh berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh orang
Inggris di abad pertengahan. Kalau Ratu Elizabeth II masuk ke lorong waktu dan
bertemu dengan 'mbah buyut'-nya, King Arthur, yang hidup di abad pertengahan,
mereka tidak bisa berkomunikasi, meski sama-sama penguasa Inggris di zamannya.
Karena meski namanya masih bahasa Inggris, tapi
kenyataannya bahasa keduanya jauh berbeda.Karena setiap bahasa mengalami
perkembangan, baik istilah maupun grammar-nya.Setelah beratus tahun kemudian,
bahasa itu sudah jauh mengalami deviasi yang serius.
Yang demikian itu tidak pernah terjadi pada
bahasa Arab. Bahasa yang diucapkan oleh nabi Muhammad SAW sebagai orang arab
yang hidup di abad ke-7 masih utuh dan sama dengan bahasa yang dipakai oleh
Raja Abdullah, penguasa Saudi Arabia di abad 21 ini. Kalau seandainya keduanya
bertemu dengan mesin waktu, mereka bisa 'ngobrol ngalor ngidul' hingga subuh
dengan menggunakan bahasa arab.
Dengan kenyataan seperti ini, wajarlah bila
Alloh SWT memilih bahasa arab sebagai bahasa Al-Qur'an Al-Kariem yang abadi.
Kalau tidak, boleh jadi Al-Qur'an sudah musnah seiring dengan musnahnya
bahasanya.
3.
Al-Qur'an Mengandung Informasi yang Padat
Diantara keistimewaan bahasa arab adalah
kemampuannya menampung informasi yang padat di dalam huruf-huruf yang singkat.
Sebuah ungkapan yang hanya terdiri dari dua atau tiga kata dalam bahasa arab,
mampu memberikan penjelasan yang sangat luas dan mendalam. Sebuah kemampuan
yang tidak pernah ada di dalam bahasa lain.
Makanya, belum pernah ada terjemahan Al-Qur'an
yang bisa dibuat dengan lebih singkat dari bahasa arab aslinya. Semua bahasa
umat manusia akan bertele-tele dan berpanjang-panjang ketika menguraikan isi
kandungan tiap ayat. Sebagai contoh, lafadz 'ain
dalam bahasa arab artinya 'mata', ternyata punya makna lain yang sangat banyak.
Kalau kita buka kamus dan kita telusuri kata ini, selain bermakna mata juga
punya sekian banyak makna lainnya. Di dalam kamus kita mendapati makna lainnya,
seperti manusia, jiwa, hati, mata uang logam, pemimpin, kepala, orang
terkemuka, macan, matahari, penduduk suatu negeri, penghuni rumah, sesuatu yang
bagus atau indah, keluhuran, kemuliaan, ilmu, spion, kelompok, hadir, tersedia,
inti masalah, komandan pasukan, harta, riba, sudut, arah, segi, telaga,
pandangan, dan lainnya.
Bahasa lain tidak punya makna yang sedemikian
padat yang hanya terhimpun dalam satu kata dan hurufnya hanya ada tiga. Dan
wajar pula bila Alloh SWT berkenan menjadi bahasa arab sebagai bahasa untuk
firman-Nya yang abadi.
4.
Al-Qur'an Harus Mudah Dibaca dan Dihafal
Sesuai dengan fungsi Al-Qur'an yang salah satunya sebagai
pedoman hidup pada semua bidang kehidupan, Al-Qur'an harus berisi beragam
materi dan informasi sesuai dengan beragam disiplin ilmu.Dan kita tahu bahasa
dan istilah yang digunakan di setiap disiplin ilmu pasti berbeda-beda. Dan
sangat boleh jadi seorang yang ahli di dalam sebuah disiplin ilmu akan menjadi
sangat awam bila mendengar istilah-istilah yang ada di dalam disiplin ilmu
lainnya.
Dan kalau beragam petunjuk yang mencakup beragama disiplin
ilmu itu harus disatukan dalam sebuah kitab yang simpel, harus ada sebuah
bahasa yang mudah, sederhana tapi tetap mengandung banyak informasi penting di
dalamnya.Bahasa itu adalah bahasa Arab.Karena bahasa itu mampu mengungkapkan
beragam informasi dari beragam disiplin ilmu, namun tetap cair dan mudah
dimengerti.Dan saking mudahnya, bahkan bisa dihafalkan di luar kepala.
Salah satu karakteristik bahasa Arab adalah mudah untuk
dihafalkan, bahkan penduduk gurun pasir yang tidak bisa baca tulis pun mampu
menghafal jutaan bait syair. Dan karena mereka terbiasa menghafal apa saja
di luar kepala, sampai-sampai mereka tidak terlalu butuh lagi dengan alat tulis
atau dokumentasi. Kisah cerita yang tebalnya berjilid-jilid buku, bisa digubah
oleh orang arab menjadi jutaan bait puisi dalam bahasa arab dan dihafal luar
kepala dengan mudah. Barangkali fenomena ini menjadi salah satu faktor yang
menyebabkan tulis menulis kurang berkembang di kalangan bangsa arab saat itu.
Maka sangat wajar kalau Alloh SWT menjadikan bahasa arab sebagai bahasa
Al-Qur'an.
5.
Al-Qur'an Harus Indah dan Tidak Membosankan
Salah satu keunikan bahasa arab adalah
keindahan sastranya tanpa kehilangan kekuatan materi kandungannya. Sedangkan
bahasa lain hanya mampu salah satunya.
Kemudian diantara kelebihan bahasa arab antara
lain:
1. Bahasa Arab adalah bahasa
wahyu. al-Qur’an menyebutkan bahasa Arab sebagai bahasa wahyu
sebanyak 11 kali, (QS. al-Zukhruf: 3, Yusuf: 2, Fussilat: 3 & 44, al-Syura:
7, al-Ahqaf: 12, al-Ra’d: 37, al-Nahl: 103, Taha: 113, al-Syu’ara: 192-195 dan
al-Zumar: 27-28), di antara bunyi Firman tsb adalah: “Sesungguhnya Kami
turunkan al-Quran dalam bahasa Arab agar kamu mengerti”. (QS. Yusuf 2)
2. Bahasa Arab adalah Bahasa yang bersifat ilmiah dan unik.
Di antaranya mempunyai akar kata dan taÎrÊf (conjugation) yang bisa mencapai
3.000 bentuk perubahan yang tidak dimiliki oleh bahasa lain.
3. Bahasa Arab adalah
Pemelopor peradaban.Sebab bahasa Arab digunakan di peringkat
internasional selama 8 abad dalam bidang keilmuan, politik, ekonomi, dll.
Sehingga banyak sekali kata-kata Arab yang dipinjam oleh bahasa lain hingga
kini. Contoh ringkas kata Arab yang dipinjam dalam bahasa Indonesia: akal,
ajaib, alkohol, aljabar, asykar, atlas, bakhil, falak, kertas, ilmiah, kimia,
mayit, nisbi, wakil, zalim dll. Sedangkan dalam bahasa Inggris, di antara
kata-kata hasil pinjaman adalah: admiral (amÊr al-raÍl), adobe (al-tËb),
alcalde, cadi, cauzee (al-qÉÌÊ), arsenal (dÉr al-ÎinÉ’), alkanet (al-ÍinÉ’),
cable (Íabl), checkmate (shÉh mÉt), cheque (shÊk), divan (diwÉn), kohl (kuÍl),
magazine (makhÉzin), mummy (mËmiyÉ’), sugar (sukkar) syrup (sharÉb) dll.
4. Bahasa Arab adalah bahasa
al-Qur’an, tonggak peradaban dan merupakan bagian dari agama.Bahkan
Imam Syafi’i mengharuskan setiap Muslim untuk belajar bahasa Arab.
5. Maka hendaklah setiap Muslim belajar bahasa
Arab semaksimal mungkin, sehingga dia dapat (mengetahui makna) kesaksian tiada
Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya. (Imam Syafi’i, al-Risalah,
ed. Ahmad M. Syakir, 48)
Allah telah
menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah
bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah ta’ala:
إِنَّا
أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya
Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu
memahaminya.”
Ibnu
katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang
demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab
adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi
cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu
Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah),
dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat
yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan
pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal
turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an
menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat
Yusuf).
Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya
dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah
(As-sunnah), serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan
bahasa Arab, maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran
Islam kecuali dengan bahasa Arab. Oleh karena itu memahami bahasa Arab
merupakan bagian dari agama.Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab
mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar
agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin
dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.” (Iqtidho
Shirotil Mustaqim).
Sungguh
sangat menyedihkan sekali, apa yang telah menimpa kaum muslimin saat ini, hanya
segelintir dari mereka yang mau mempelajari bahasa Arab dengan serius. Hal ini
memang sangat wajar karena di zaman modern ini banyak sekali kaum muslimin
tenggelam dalam tujuan dunia yang fana, Sehingga mereka enggan dan malas
mempelajari bahasa Arab.Karena mereka tahu tidak ada hasil duniawi yang bisa
diharapkan jika pandai berbahasa Arab. Berbeda dengan mempelajari bahasa
Inggris, kaum muslimin di saat ini begitu semangat sekali belajar bahasa
Inggris, karena mereka tahu banyak tujuan dunia yang bisa diperoleh jika pandai
bahasa Inggris, sehingga kita dapati mereka rela untuk meluangkan waktu yang
lama dan biaya yang banyak untuk bisa menguasai bahasa ini. Sehingga
kursus-kursus bahasa Inggris sangat laris dan menjamur dimana-mana walaupun
dengan biaya yang tak terkira.Seandainya
mereka benar-benar yakin terhadap janji Allah ta’ala untuk orang yang menyibukkan
diri untuk mencari keridhoanNya, serta yakin akan kenikmatan surga dengan
kekekalannya, niscaya mereka akan berusaha keras untuk mempelajari bahasa arab.
Karena ia adalah sarana yang efektif untuk memahami agama-Nya.
Kenyataan
ini tidak menunjukkan larangan mempelajari bahasa Inggris ataupun lainnya. Tapi
yang tercela adalah orang yang tidak memberikan porsi yang adil terhadap bahasa
arab. Seyogyanya mereka juga bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam
mempelajari bahasa Arab.
Syaikh
Utsaimin pernah ditanya: “Bolehkah seorang penuntut ilmu mempelajari
bahasa Inggris untuk membantu dakwah ?” Beliau menjawab: “Aku
berpendapat, mempelajari bahasa Inggris tidak diragukan lagi merupakan sebuah
sarana. Bahasa Inggris menjadi sarana yang baik jika digunakan untuk tujuan
yang baik, dan akan menjadi jelek jika digunakan untuk tujuan yang jelek. Namun
yang harus dihindari adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa
Arab karena hal itu tidak boleh. Aku mendengar sebagian orang bodoh berbicara
dengan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab, bahkan sebagian mereka
yang tertipu lagi mengekor (meniru-niru), mengajarkan anak-anak mereka ucapan
“selamat berpisah” bukan dengan bahasa kaum muslimin. Mereka mengajarkan
anak-anak mereka berkata “bye-bye” ketika akan berpisah dan yang semisalnya.
Mengganti bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an dan bahasa yang paling mulia, dengan
bahasa Inggris adalah haram.Adapun menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana
untuk berdakwah maka tidak diragukan lagi kebolehannya bahwa kadang-kadang hal
itu bisa menjadi wajib.Walaupun aku tidak mempelajari bahasa Inggris namun aku
berangan-angan mempelajarinya.terkadang aku merasa sangat perlu bahasa Inggris
karena penterjemah tidak mungkin bisa mengungkapkan apa yang ada di hatiku
secara sempurna.” (Kitabul ‘Ilmi).
Dan termasuk
hal yang sangat menyedihkan, didapati seorang muslim begitu bangga jika bisa
berbahasa Inggris dengan fasih namun mengenai bahasa Arab dia tidak tahu
Kesimpulan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bahasa arab
itu termasuk bagian dari agama, sedangkan mempelajarinya adalah wajib, karena
memahami Al-Quran dan As-Sunnah itu wajib. Tidaklah seseorang bisa memahami
keduanya kecuali dengan bahasa arab. Dan tidaklah kewajiban itu sempurna kecuali
dengannya (mempalajari bahasa arab), maka ia (mempelajari bahasa arab) menjadi
wajib. Mempelajari bahasa arab, diantaranya ada yang
fardhu ‘ain, dan adakalanya fardhu kifayah.” (Iqtidho, Ibnu Taimiyah 1/527
dikutip dari majalah Al-Furqon)
Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu berkata,
“Pelajarilah bahasa arab, sesungguhnya ia bagian dari agama kalian.” (Iqitdha)
‘Umar radhiallahu
‘anhu juga mengingatkan para sahabatnya yang bergaul bersama orang
asing untuk tidak melalaikan bahasa arab. Ia menulis surat kepada Abu Musa
al-Asy’ari, “Adapun setelah itu, pelajarilah Sunnah dan pelajarilah bahasa
arab, i’rablah al-Qur’an karena dia (al-Qur’an) dari Arab.” (Iqtidho,
Ibnu Taimiyah, dikutip dari majalah Al-Furqon)
Dari Hasan Al-Bashari, beliau pernah ditanya,
“Apa pendapat Anda tentang suatu kaum yang belajar bahasa arab?” Maka beliau
menjawab, “Mereka adalah orang yang baik, karena mereka mempelajari agama nabi
mereka.” (Mafatihul
Arrobiyah, dikutip dari majalah Al-Furqon)
Dari as-Sya’bi, “Ilmu nahwu adalah bagaikan
garam pada makanan, yang mana makanan pasti membutuhknanya.” (Hilyah
Tholibul ‘Ilmi, dikutip dari majalah Al-Furqon)
Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’anul Karim, bahasa Kitabullah. Allah SWT
berfirman :
"وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ
مِن مُّدَّكِرٍ"
“Dan sesungguhnya telah
Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil
pelajaran?". (Q.S. Al-Qamar/54 : 17, 22, 32, 40).
Allah SWT telah memudahkan Al-Qur’an untuk dibaca, dipelajari, dihafal,
diajarkan, dipahami, dan diamalkan.Dia telah memudahkan semua sarana dan jalan
untuk mempelajari Al-Qur’an, sedangkan Al-Qur’an itu berbahasa Arab.Dengan
demikian, mempelajari bahasa Arab bukanlah sesuatu hal sulit seperti anggapan
banyak orang.
Mungkin, banyak orang enggan belajar bahasa termulia ini dan berusaha
membela dirinya dengan 1001 alasan. Mari jauhi ucapan yang sering terdengar di
telinga kita: “Sesungguhnya bahasa Arab itu susah”.
Kita, umat Islam, hidup pada era globalisasi danera Al-Ghazwil Fikriwa
Al-Ghazwits Tsaqafi(perang pemikiran dan kebudayaan). Musuh kita adalah musuh
agama, musuh Islam, musuh bahasa Arab. Mereka tidak akan berhasil memerangi
kita dengan kekuatan militer. Namun, mereka ingin menjauhkan kita umat Islam
dari bahasa Arab, bahasa Al-Qur’anul Karim.
Jika seorang Muslim meninggalkan bahasa Arab, maka ia tidak dapat memahami
Al-Qur’an dengan benar. Jika seorang Muslim menjauhi bahasa Arab, maka misi
musuh-musuh Islam telah berhasil.
Daftar
pustaka
Bawani,Imam. 1987.Tata
Bahasa Bahasa Arab Tingkat Permulaan.Surabaya:Al Ikhlas
Majalah Al-Furqon edisi 1 tahun
VII 1428/2008
Pentingnya Bahasa Arab. Makalah YPIA oleh Divisi Bahasa Arab YPIA
Rahman,S.A.2007.Teach Your self Arabic a Modern and Step by Step Approach.NewDelhi:
Goodord Book.
Sirhaan, Muhammad.1956.Fiqhullughah (Ilmu Bahasa Arab,diterjemahkan
oleh Asy’ari,Hasyim.Semarang:Ikip Semarang
Sukamto,Imaduddin dan Ahmad Munawwari.2005.TataBahasaArabSistematis.Yogyakara:
NuansaAksaraGroup
Zaenuri,Siroj.2006.Metodedan Model
Pembelajaran Bahasa Arab.Makalah dalam Seminar Nasional Pembelajaran Bahasa
Arab UNNES.Semarang
surakarta,07
juni 2012/ 01.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar